Tampilkan postingan dengan label batu bata merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batu bata merah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

MEMBUAT BATU BATA


SEHARI CETAK LIMARATUS BATU BATA
SEPULUH HARI CETAK
SEPULUH HARI JEMUR
SUDAH PASTI 300 PERAK KALI 5000 BATU BATA DIBAGI 20 HARI
Rp 75.000 PER HARI




Terutama di daerah dekat bahan baku, yakni tepi sungai dengan tanah endapan lumpur (waled).
Membuat batu bata kelihatan seperti sepele, tetapi bata tradisional tetap diminati sepanjang Indonesia masih ada. Pembangunan tak henti-henti.
Harga batu bata tradisional slalu melebihi bata press cetak buatan pabrik ini karena kualitas pembakaran bata tradisional lebih unggul baik dibakar pakai sekam atau pun kayu.
Batu bata sangat dibutuhkan untuk pembangunan dimana pun.
Cara membuatnya lebih mudah. Pertama membuat ukuran cetakan  bata dengan mengukur batu bata yang sudah ada. Biasanya panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tinggi 6 cm. Bahan berupa tanah endapan lumpur sungai, (waled) diaduk rata dengan sekam padi untuk perekat. Semakin lama mengaduk adonan bata semakin baik kualitasnya. Selang dicetak di tanah lapang merupakan tempat cetak langsung jemur. Kumpulkan jika sudah kering , tumpuk dan hitung bata menta kita. Cetak kembali berulang ulang. Semakin banyak bata terkumpul, semakin banyak investasi nya. Bakaran bata bisa mulai 3000 buah sampai 12 ribu buah tergantung niatnya. Sebelum dibakar tutup bata rapat dengan lempung (tanah liat) yang dicampur jerami sebagai perekatnya. Lubang pembakaran dibuat sedemikian rupa hingga panas merata dan tentu saja meranya pun merata. Bila ada kemungkinan bata yang hangus atau kurang bwarna  merah dapat dibakar kembali pada pembakaran bata berikutnya. Untuk tidak terhenti mencetak bata dimusim hujan sebaiknya membuat gubuk penyimpan bahan baku. Sehingga kita dapat mencetak kapan saja tak perlu banyak asal rutin maka kita dapat mengumpulkan rupiah. (agus warsono)